Postingan

Suku Bugis dan Makassar

Gambar
Provinsi Sulawesi Selatan merupakan pusat dan gerbang Indonesia bagian Timur dengan jumlah penduduk sebanyak 7.805.000 jiwa. Ibukota Sulawesi Selatan adalah Makassar. Letak wilayah Sulawesi Selatan berada pada 0 ° 12’ LU-8 ° LS dan 116 ° 48’-122 ° 36’ BT dengan luas wilayah sebesar 46.717,48 km 2  (BPS 2007). Secara umum, terdapat 4 suku bangsa di provinsi Sulawesi Selatan, yakni Suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Namun, suku utama provinsi Sulawesi Selatan ini adalah Bugis dan Makassar. Masyarakat Sulawesi Selatan didominasi oleh penganut agama Islam yaitu sebesar 97%.  Bugis dan Makassar sudah sejak lama dikenal sebagai bangsa perantau. Dua etnis Sulawesi Selatan tersebut tersebar diberbagai penjuru Indonesia, bahkan dampai ke negeri tetangga seperti Siangpura, Malaysia dan Australia bagian Utara. Hal tersebut sejalan dengan filosofi suku Bugis tentang migrasi berbunyi “ kegisi monro sore’ lopie’, kositu tomallabu se’ngereng ” yang artinya: “dimanalah perahu t...

Resep dan Cara Membuat Sop Konro

Gambar
Berikut merupakan resep sop konro dengan porsi untuk 4 orang. Sop konro dapat dimakan bersama dengan nasi atau  buras  sesuai dengan selera (BPOM).  Bahan yang Digunakan Dalam Pembuatan Sop Konro Bahan Utama Jumlah Iga sapi 800 g Air 1.500 ml Jahe 2 cm Lengkuas 2 cm Kayu Manis 3 cm Cengkeh 4 butir Kapulaga 4 butir Minyak goreng 2 sdm Air asam jawa 1 sdm Gula pasir 1 sdt Garam  1 sdt Lada putih bubuk ½ sdt Bumbu halus Bawang merah 6 butir Bawang putih 2 butir Kunyit 2 cm Kemiri 3 butir Ketumbar 1 sdt Keluak  2 buah Jintan ½ sdt Bahan Pelengkap Daun bawang 50 g Bawang goreng 2 sdm Jeruk nipis 2 buah              Proses pembuatan sop konro diawali dengan mencuci bersih iga sapi, kemudian rebus dengan jahe dan bawang putih selama 1 jam atau hingga daging iga lunak. L...

Sejarah Sop Konro

Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih ke jalur laut, sehingga jalur perdagangan Cina dan India akan melewati selat Malaka. Akibat dari hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak atau hubungan antara Indonesia dengan India dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun Cina ke Indonesia dan menghasilkan lintas budaya, khususnya dari segi kuliner. Budaya dan masakan India yang sangat berpengaruh di Indonesia contohnya ada pada penggunaan bumbu-bumbu seperti jinten, ketumbar, jahe dan kare. Sop konro diduga terpengaruh dengan budaya India, dilihat dari penggunaan bumbu-bumbu seperti jinten, ketumbar dan jahe. Di Sulawesi Selatan, Makassar merupakan daerah transit perdagangan rempah-rempah yang secara internasional bertambah terus selama abad ke-16. Di Makassar terdapat kantor dagang orang Inggris, Portugis, Denmark, dan Gujarat. Mereka membeli rempah-rempah yang membanj...

Sop Konro

Sop Konro merupakan masakan sop iga sapi khas Indonesia yang berasal dari tradisi masyarakat Bugis-Makassar. Kementrian Pariwisata RI menetapkan sop konro menjadi ikon kuliner di Makassar. Menurut Johar Amir, Dosen Sastra Daerah (Bahasa Bugis dan Makassar) Universitas Hasanuddin kata “konro” itu sendiri dalam bahasa Bugis-Makassar tidak ada artinya. Sop konro merupakan masakan berkuah dengan warna coklat kehitaman. Warna gelap kuah sop konro berasal dari penggunaan buah keluak. Cita rasa sop konro relatif “kuat” akibat dari penggunaan ketumbar. Sop konro pada awalnya dimasak dalam bentuk sop, namun kini terdapat variasi kering tanpa kuah yang disebut “konro bakar” yaitu iga sapi bakar dengan bumbu kacang. Sop konro merupakan makanan sehari-hari masyarakat suku Bugis-Makassar yang biasa dimakan bersama dengan nasi atau  buras .  Buras merupakan makanan berbahan dasar beras khas dari suku Bugis yang masih dipertahankan sampai saat ini. Rasa  buras sangat berbeda dengan ket...

Nitrogen pada Makanan? Bahaya atau tidak?

Cryogenic freezing merupakan metode pembekuan kontak langsung dengan refrigeran cair. Refrigeran yang paling umum digunakan adalah nitrogen cair. Nitrogen cair adalah substansi invert, tidak berwarna, tidak berbau, tidak korosif, nonflammable , dan sangat dingin. Industri makanan sudah lama menyadari potensi penggunaan liquefied gas seperti nitrogen sebagai refrigeran. Awal tahun 1960-an metode pembekuan menggunakan nitrogen cair berkembang cepat, terutama ketika diketahui pembekuan menggunakan nitrogen cair tidak membentuk kristal es yang besar, panjang, seperti pada pembekuan lambat. Selain itu, pembekuan menggunakan nitrogen cair meminimalisir kerusakan sel karena mencegah pecahnya dinding sel selama pembekuan. Penggunaan nitrogen cair dalam bidang industri makanan biasanya untuk pembekuan dan pengemasan makanan termasuk daging-dagingan, sayuran, buah; penggilingan daging dan produksi daging burger, nuggets ; pengolahan bumbu, rempah, dan tepung beras; pengalengan beer; pend...

History of Frozen Food

Pada era “ the great depression ” (1929-1939), sedikit supermarket dapat membeli lemari es dengan freezer dikarenakan ekonomi sedang menurun, mengakibatkan pasar frozen food kurang berkembang pada zaman itu. Hal tersebut membuat Birdseye menyewakan freezer dengan harga murah kepada supermarket yang tidak dapat membeli lemari es tersebut, agar produknya dapat terjual. Namun pada perang dunia kedua terjadi pertumbuhan pesat industri frozen food . Hal ini dikarenakan tin (timah) dijatahkan untuk pembuatan amunisi perang. Tin merupakan bahan baku untuk membuat kaleng, dan karena itu makanan kaleng berkurang, membuat frozen food melimpah dan murah. Pada tahun 1940 kulkas dengan freezer sudah menjadi komersial dengan kurang lebih 85% keluarga AS memiliki kulkas. Hingga pada tahun 1970 hingga 1990, nilai total dari frozen food di AS meningkat dari 8 hingga 55 miliar dollar, dan pada tahun 1990, volume total frozen food di AS sebanyak 12,9 juta ton dibandingkan dengan Eropa dengan...

Three Perspective on Sustainable Food Security

Dalam jurnal berjudul "Three Perspective on Sustainable Food Security: Efficiency, Demand Restraint, Food System Transformation. What Role for LCA?" yang ditulis oleh Tara Garnett pada tahun 2013, terdapat 3 perspektif yang berkaitan dengan keberlanjutan sistem pangan, yaitu: 1. Efficiency Perspektif ini diperlukan peningkatam efisiensi produksi sehingga jumlah produksi lebih banyak namun menggunakan lahan yang sama. Dapat juga menggunakan bibit-bibit unggul untuk intensifikasi agar hasil produksi dapat meningkat dengan menggunakan luas lahan yang sama. Peningkatan efisiensi produksi dapat membuat petani untung lebih banyak, sehingga mereka akan membuka lahan baru lagi dan lagi. Pembukaan lahan tersebut semakin lama semakin banyak dan luas sehingga akan menimbulkan masalah lingkungan yang lain (berkurangnya hutan, dsb).  2. Demand Restraint (Menahan Permintaan)  Pembatasan permintaan dapat membatasi proses produksi sehingga jumlah produk yang dihasilkan cukup unt...