Postingan

Lumpia sebagai identitas Busaya Etnis Tionghoa Peranakan Semarang

Identitas budaya merupakan sustu produk yang selalu berkembang dan melalui berbagai proses pembentukan, selanjutnya identitas budaya terbentuk dalam suatu reperesentasi. Representasi identitas budaya secara berkelanjutan tercermin dalam kehidupan sehari – hari.  Pembentukan identitas budaya etnis Tionghoa peranakan Semarang juga terjadi akibat akulturasi dan asimilasi budaya, etnis Tionghoa peranakan Semarang menerima budaya penduduk Semarang dan diapresiasikan pada suatu wujud budaya yang baru. lumpia semarang juga identik dengan etnis Tionghoa peranakan Semarang, dapat dilihat dari bahan-bahan, pengolahan, dan keberadaan lumpia dalam kehidupan etnsi Tionghoa peranakan Semarang. Etnis Tionghoa datang ke Indonesia sejak Indonesia berbentuk kerajaan Hindu-Budha, etnis Tionghoa telah menjalin hubungan perdagangan dengan Kerajaan- Kerajaan di Indonesia. Pada pertengahan abad ke-19, sebagian besar etnis Tionghoa tinggal di Pulau Jawa, karena kota-kota perdagangan yang r...

Makna Politik dari Lumpia

Keberadaan lumpia sebagai salah satu kuliner etnis Tionghoa tidak terpengaruh dengan kebijakan Orde Baru. Pada kondisi ini terdapat makana politik yang terkandung dalam lumpia. Etnis Tionghoa peranakan sebagai pelaku bisnis lumpia tetap mempertahankan warisan budaya leluhurnya sebagai diaspora budaya dan integrasi terhadap berbagai kebijakan politik pemerintah. Kebijakan politik yang menekan etnis Tionghoa tidak menghalangi produk budaya yang identik dengan etnis Tionghoa Semarang. Secara tersirat Lumpia memiliki makna politik yang mencerminkan suatu bentuk perlawanan terhadap pemintahan. Etnis Tionghoa peranakan Semarang menaklukkan penduduk pribumi dengan kulinernya, yaitu lumpia. Lumpia dinikmati oleh setiap kalangan, walaupun pemerintah menganggap etnis Tionghoa sebagai orang Asing yang harus di-Indonesia-kan. Etnis Tionghoa peranakan Semarang memiliki andil dalam memperkaya cita rasa penduduk pribumi.

Makna Sosial dari Lumpia

Lumpia Semarang memiliki nilai dan makna bagi etnis Tionghoa peranakan Semarang. Interaksi antara etnis Tionghoa dengan penduduk pribumi Semarang menjadi perantara berkembangnya kuliner lumpia. Lumpia memberikan makna terhadap hubungan sosial  etnis Tionghoa peranakan dan penduduk pribumi. Lumpia yang memiliki cita rasa yang merakyat menyebabkan pembauran adat istiadat dan budaya antara etnis Tionghoa dan penduduk pribumi semakin baik. Selain mempererat hubungan etnis Tionghoa peranakan dengan penduduk pribumi, lumpia juga mempererat hubungan antar etnis Tionghoa. etnis Tionghoa merasa memiliki produk budaya berupa lumpia yang memiliki sejarah yang unik. Lumpia tetap dinikmati, walaupun pada masa pemerintahan Soeharto menolak budaya  – budaya etnis Tionghoa, seperti Barongsai, perayaan Cap Go Meh. Etnis Tionghoa mampu mempertahankan produk budaya warisan leluhurnya. Lumpia merupakan produk budaya, setiap produk budaya memiliki makna bagi masyarakat tempat berkemban...

Filosofi Lumpia

filosofi lumpia secara tradisional di Tiongkok yaitu selalu disantap saat Festival Musim Semi untuk merayakan kebahagiaan dan menyambut datangnya hari baik dan indah karena pada musim semi itu bunga bermekaran.  Pada perkembangannya, lumpia juga dimakan ketika perayaan tahun baru Imlek.  Filosofi Lumpia pada Tahun Baru Imlek yaitu memiliki makna harapan akan kemakmuran dan kekayaan, karena bentuk lumpia yang menyerupai emas batangan.  L umpia merupakan salah satu hidangan khas yang berkaitan dengan salah satu hari raya musim semi Tionghoa sejak zaman dahulu kala. Disini lumpia termasuk dalam hidangan pada hari Ceng Beng, yaitu pada setiap tanggal 5 April. Ceng Beng adalah hari bagi kalangan Tionghoa untuk menghormati leluhurnya dan setahun sekali dengan melawat kekuburan orang tuanya. Istilah Ceng Beng berasal dari Dinasti Han  yang berarti “cerah dan gemilang” .

Macam-macam Lumpia

Selain lumpia Semarang, terdapat beberapa jenis lumpia di Indonesia. Ada 5 jenis lumpia di Indonesia, yaitu lumpia Semarang, lumpia Jakarta, lumpia Bogor, lumpia Medan dan lumpia Yogyakarta.  1. Lumpia Semarang memiliki isian berupa rebung (bambu muda), telur dan udang. Biasanya disajikan bersama dengan saus manis  yang terbuat dari gula aren. Lumpia Semarang biasanya disajikan dalam 2 jenis yaitu goreng yang bertekstur renyah dan kukus yang bertekstur lembut. 2. Lumpia Jakarta berbeda dengan lumpia Semarang, menggunakan isian bengkuang sebagai pengganti rebung. Lumpia Jakarta disajikan dengan saus juga, namun sausnya merupakan saus sambal kacang seperti sambal pada nasi uduk. 3. Di Kota Bogor juga terdapat lumpia yang khas. Lumpia biasanya digoreng atau direbus, namun lumpia Bogor dibakar diatas besi panas. Isian lumpia Bogor mirip dengan lumpia Jakarta, yaitu menggunakan bengkuang. Lumpia khas Bogor terdapat tambahan potongan tahu dan ebi pada penyajiannya...

Sejarah Lumpia

Lumpia adalah makanan khas Tiongkok dari zaman Dinasti Han Timur. Pada mulanya Lumpia merupakan hidangan dari sayuran. Pada abad 19 dibawa oleh orang Hokkian ke Indonesia bernama Tjoa Thay Joe, lelaki kelahiran provinsi Fujian Tiongkok. Di Tiongkok disebut lun-pia atau lafal Jawa: lumpia, yang artinya pia lunak pada musim Semi.  Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, orang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang hampir sama hanya saja rasanya lebih manis dan berisi kentang juga udang. Mereka akhirnya menikah, dan dari sinilah lumpia mengalami akultrasi budaya Tionghoa dan Jawa. Lumpia merupakan salah satu contoh perpaduan budaya asli Tionghoa – Jawa. Semua bermula dari saat Tjoa Thay Joe yang lahir di Fujian, memutuskan untuk tinggal dan menetap di Semarang dengan membuka bisnis makanan khas Tionghoa berupa makanan pelengkap berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu  dengan Mbak Wasih, orang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang h...

Lumpia

Gambar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lumpia merupakan makanan yang berupa dadar yang berisi daging, rebung dan sebagainya, lalu digulung dan digoreng, namun ada juga yang direbus. Lumpia berasal dari kata  lun bing , dalam Bahasa Hokkian berbunyi lun pia yang berarti kue bulat. Lumpia di Tiongkok disebut dengan chun juan,  Chun  berarti musim semi dan  juan  berarti menggulung. Lalu secara harafiah dalam Bahasa Inggris menjadi  spring roll . Lumpia Semarang diberinama berdasarkan bentuk makanannya, yaitu “lun” artinya gulung dalam Bahasa Jawa dan “pia” adalah kue yang menggulung dalam Bahasa Hokkien. Jadi, lumpia atau lunpia adalah kue yang berbentuk gulung.  Lumpia merupakan sejenis kudapan atau cemilan. Namun di beberapa tempat dapat dijadikan makanan pendamping nasi, contohnya di Kedai Loempia Boom, Yogyakarta.  Selain lumpia Semarang, terdapat beberapa jenis lumpia di Indonesia. Ada 5 jenis lumpia di Indonesia, yaitu lumpia S...