Postingan

Pangan dan Globalisasi

Globalisasi memberikan efek yang signifikan pada perilaku konsumen. Semakin bertumbuhnya era globalisasi, semakin banyak jenis makanan yang ditawarkan, khususnya masuknya budaya mengonsumsi fast food. Hal tersebut tidak hanya terjadi karena masuknya jenis makanan fast food di Indonesia, namun oleh karena dorongan oleh iklan yang bermunculan. Seperti yang diketahui bahwa junk food tidak baik dikonsumsi tiap hari. Hal tersebut tentu sudah diketahui oleh masyarakat, namun tetap saja konsumsi junk food tidak sedikit. Dari segi Pendidikan, sosial, budaya, mengatasi permasalahan ini tentunya dengan melakukan penyuluhan, mengatur diet atau pola makan, mengubah gaya hidup menjadi sehat, melakukan kampanye kesehatan. Dari segi ekonomi sosial, konsumen dapat memilih produk yang segar dan kualitas yang bagus. Kesejahteraan masyarakat perlu diperhatikan dengan cara mendorong gaya hidup yang lebih baik, baik dalam makanan, minuman, dan suplemen. Masalah ini juga dibahas dalam jurnal yang ...

Resep dan Cara Membuat Lumpia

Resep Lumpia 1. Bahan untuk kulit lumpia adalah sebagai berikut: 15 rol pembungkus, 2 sdm tepung yang dilarutkan dalam 1 sdm air untuk perekat minyak pada saat digoreng. 2. Bahan untuk isian lumpia adalah sebagai berikut: 3 siung bawang putih yang dicincang, 1 sdt udang kering panggang yang dihaluskan, 50 gram udang yang dicincang kasar, 50 gram ayam yang dicincang kasar, 2 telur, 200 gram rebung, 1 sdt kecap, 1⁄2 sdt garam, 1⁄4 sdt lada, 1⁄2 sdt gula, 2 sdt minyak, 1 sdt minyak wijen. 3. Bahan untuk saus adalah sebagai berikut: 1 siung bawang putih yang dicincang, 300 ml air, 50 gram gula aren, 1⁄4 sdt lada, 25 gram gula, 1 sdt garam, 3 sdt tepung sagu yang dilarutkan dalam 1 sdt air. Cara Membuat Lumpia  1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih dan udang kering sampai harum. Tambahkan udang dan ayam lalu aduk hingga warnanya berubah. Lalu sisihkan ditepi wajan.  2. Tambahkan telur lalu aduk hingga menjadi kecil-kecil. Lalu tambahkan rebung dan ad...

Kuliner dan Lumpia

Kuliner merupakan bagian dari budaya, sehingga kuliner dapat menjadi identitas suatu kelompok.Kuliner di setiap daerah dilestarikan sebagai identitas bersama.Selain budaya, kuliner juga berkembang secara dinamis dari masa ke masa.Kuliner merupakan bagian dari sejarah, sejarah mempengaruhi ragam kuliner suatu daerah.Perkembangan kuliner Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pembaurannya dengan berbagai kebudayaan.Kuliner tidak hanya memuaskan lidah penikmatnya, namun terdapat makna dan nilai  –  nilai budaya yang terkandung dalam kuliner.Makanan atau kuliner sering diberi nilai secara simbolis dalam agama dan kehidupan bermasyarakat.kuliner sebagai simbol biasanya memiliki kekhasan dalam penyajiannya. Lumpia merupakan hasil perpaduan budaya kuliner Tionghoa dan Jawa. Lumpia dijadikan salah satu  Signature Dish  kuliner Kota Semarang. Lumpia Semarang memiliki kekhasan tersediri, terlihat dari tampilan ukurannya, lumpia Semarang lebih besar dibandingkan lumpi...

Lumpia sebagai Identitas Budaya Etnis Tionghoa Peranakan Semarang (3)

Kota Semarang didiami oleh masyarakat multikultur, terdapat beberapa etnis yang berkembang di Kota Semarang.masyarakat multikultur mempengaruhi kebudayaan yang berkembang di Kota Semarang. Jumlah etnsi Tionghoa di Kota Semarang lebih mendominasi dibanding kelompok etnis lainnya.Semarang merupakan meelting pot -nya etnis Tionghoa, karena berdasarkan konsep  Feng Shui  Semarang merupakan wilayah yang baik untuk melanjutkan kehidupan dan tidak terikat dengan kerajaan, aturannya lebih luas. Etnis Tionghoa di Indonesia, khususnya Semarang sudah melampaui beberapa pembagian zaman pemerintahan. Terhitung sejak sebelum pemerintah Kolonial hingga masa pemerintahan Kolonial berakhir, pemerintahan Soekarno pada masa Orde Lama, hingga pemerintahan rezim soeharto, sampai saat ini masih tetap mampu bertahan sebagai kelompok minoritas di Semarang. Sejak menjelang pergantian pemerintahan orde lama (Soekarno) ke pemerintahan Orde Baru (Soeharto), tepatnya tahun 1965 etnis Tionghoa mula...

Lumpia sebagai identitas Budaya Etnis Tionghoa Peranakan Semarang (2)

Lumpia bermula hanya untuk memenuhi hidup satu keluarga percampuran etnis Tionghoa dengan penduduk pribumi, penjualannya pun hanya sebatas di kawasan pecinan yang mayoritas dihuni oleh etnis Tionghoa. Perkembangan lumpia hanya sebatas di lingkungan etnis Tionghoa, setelah peraturan  wijkenstelsel  dihapuskan, kawasan pecinan tidak lagi dikhususkan untuk etnis Tionghoa, etnis Tionghoa sudah banyak yang keluar dari pecinan, maka tidak dapat dipungkiri jika lumpia tidak hanya dikenal oleh etnis Tionghoa, namun juga dikenal oleh penduduk Semarang. Transformasi lumpia dari kuliner rakyat biasa menjadi kuliner yang bersifat universal melalui tahap  –  tahap. Kuliner keluarga, diperkenalkan dan berkembang di lingkungan etnis Tionghoa peranakan di kawasan Pecinan Semarang, kemudian diperkenalkan kepada penduduk Semarang dengan cara dipasarkan di pusat  –  pusat oleh  –  oleh dan di wilayah luar Pecinan. Lumpia dikenal luas oleh berbagai lapisan ma...

Lumpia sebagai identitas Busaya Etnis Tionghoa Peranakan Semarang

Identitas budaya merupakan sustu produk yang selalu berkembang dan melalui berbagai proses pembentukan, selanjutnya identitas budaya terbentuk dalam suatu reperesentasi. Representasi identitas budaya secara berkelanjutan tercermin dalam kehidupan sehari – hari.  Pembentukan identitas budaya etnis Tionghoa peranakan Semarang juga terjadi akibat akulturasi dan asimilasi budaya, etnis Tionghoa peranakan Semarang menerima budaya penduduk Semarang dan diapresiasikan pada suatu wujud budaya yang baru. lumpia semarang juga identik dengan etnis Tionghoa peranakan Semarang, dapat dilihat dari bahan-bahan, pengolahan, dan keberadaan lumpia dalam kehidupan etnsi Tionghoa peranakan Semarang. Etnis Tionghoa datang ke Indonesia sejak Indonesia berbentuk kerajaan Hindu-Budha, etnis Tionghoa telah menjalin hubungan perdagangan dengan Kerajaan- Kerajaan di Indonesia. Pada pertengahan abad ke-19, sebagian besar etnis Tionghoa tinggal di Pulau Jawa, karena kota-kota perdagangan yang r...

Makna Politik dari Lumpia

Keberadaan lumpia sebagai salah satu kuliner etnis Tionghoa tidak terpengaruh dengan kebijakan Orde Baru. Pada kondisi ini terdapat makana politik yang terkandung dalam lumpia. Etnis Tionghoa peranakan sebagai pelaku bisnis lumpia tetap mempertahankan warisan budaya leluhurnya sebagai diaspora budaya dan integrasi terhadap berbagai kebijakan politik pemerintah. Kebijakan politik yang menekan etnis Tionghoa tidak menghalangi produk budaya yang identik dengan etnis Tionghoa Semarang. Secara tersirat Lumpia memiliki makna politik yang mencerminkan suatu bentuk perlawanan terhadap pemintahan. Etnis Tionghoa peranakan Semarang menaklukkan penduduk pribumi dengan kulinernya, yaitu lumpia. Lumpia dinikmati oleh setiap kalangan, walaupun pemerintah menganggap etnis Tionghoa sebagai orang Asing yang harus di-Indonesia-kan. Etnis Tionghoa peranakan Semarang memiliki andil dalam memperkaya cita rasa penduduk pribumi.

Makna Sosial dari Lumpia

Lumpia Semarang memiliki nilai dan makna bagi etnis Tionghoa peranakan Semarang. Interaksi antara etnis Tionghoa dengan penduduk pribumi Semarang menjadi perantara berkembangnya kuliner lumpia. Lumpia memberikan makna terhadap hubungan sosial  etnis Tionghoa peranakan dan penduduk pribumi. Lumpia yang memiliki cita rasa yang merakyat menyebabkan pembauran adat istiadat dan budaya antara etnis Tionghoa dan penduduk pribumi semakin baik. Selain mempererat hubungan etnis Tionghoa peranakan dengan penduduk pribumi, lumpia juga mempererat hubungan antar etnis Tionghoa. etnis Tionghoa merasa memiliki produk budaya berupa lumpia yang memiliki sejarah yang unik. Lumpia tetap dinikmati, walaupun pada masa pemerintahan Soeharto menolak budaya  – budaya etnis Tionghoa, seperti Barongsai, perayaan Cap Go Meh. Etnis Tionghoa mampu mempertahankan produk budaya warisan leluhurnya. Lumpia merupakan produk budaya, setiap produk budaya memiliki makna bagi masyarakat tempat berkemban...

Filosofi Lumpia

filosofi lumpia secara tradisional di Tiongkok yaitu selalu disantap saat Festival Musim Semi untuk merayakan kebahagiaan dan menyambut datangnya hari baik dan indah karena pada musim semi itu bunga bermekaran.  Pada perkembangannya, lumpia juga dimakan ketika perayaan tahun baru Imlek.  Filosofi Lumpia pada Tahun Baru Imlek yaitu memiliki makna harapan akan kemakmuran dan kekayaan, karena bentuk lumpia yang menyerupai emas batangan.  L umpia merupakan salah satu hidangan khas yang berkaitan dengan salah satu hari raya musim semi Tionghoa sejak zaman dahulu kala. Disini lumpia termasuk dalam hidangan pada hari Ceng Beng, yaitu pada setiap tanggal 5 April. Ceng Beng adalah hari bagi kalangan Tionghoa untuk menghormati leluhurnya dan setahun sekali dengan melawat kekuburan orang tuanya. Istilah Ceng Beng berasal dari Dinasti Han  yang berarti “cerah dan gemilang” .

Macam-macam Lumpia

Selain lumpia Semarang, terdapat beberapa jenis lumpia di Indonesia. Ada 5 jenis lumpia di Indonesia, yaitu lumpia Semarang, lumpia Jakarta, lumpia Bogor, lumpia Medan dan lumpia Yogyakarta.  1. Lumpia Semarang memiliki isian berupa rebung (bambu muda), telur dan udang. Biasanya disajikan bersama dengan saus manis  yang terbuat dari gula aren. Lumpia Semarang biasanya disajikan dalam 2 jenis yaitu goreng yang bertekstur renyah dan kukus yang bertekstur lembut. 2. Lumpia Jakarta berbeda dengan lumpia Semarang, menggunakan isian bengkuang sebagai pengganti rebung. Lumpia Jakarta disajikan dengan saus juga, namun sausnya merupakan saus sambal kacang seperti sambal pada nasi uduk. 3. Di Kota Bogor juga terdapat lumpia yang khas. Lumpia biasanya digoreng atau direbus, namun lumpia Bogor dibakar diatas besi panas. Isian lumpia Bogor mirip dengan lumpia Jakarta, yaitu menggunakan bengkuang. Lumpia khas Bogor terdapat tambahan potongan tahu dan ebi pada penyajiannya...

Sejarah Lumpia

Lumpia adalah makanan khas Tiongkok dari zaman Dinasti Han Timur. Pada mulanya Lumpia merupakan hidangan dari sayuran. Pada abad 19 dibawa oleh orang Hokkian ke Indonesia bernama Tjoa Thay Joe, lelaki kelahiran provinsi Fujian Tiongkok. Di Tiongkok disebut lun-pia atau lafal Jawa: lumpia, yang artinya pia lunak pada musim Semi.  Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, orang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang hampir sama hanya saja rasanya lebih manis dan berisi kentang juga udang. Mereka akhirnya menikah, dan dari sinilah lumpia mengalami akultrasi budaya Tionghoa dan Jawa. Lumpia merupakan salah satu contoh perpaduan budaya asli Tionghoa – Jawa. Semua bermula dari saat Tjoa Thay Joe yang lahir di Fujian, memutuskan untuk tinggal dan menetap di Semarang dengan membuka bisnis makanan khas Tionghoa berupa makanan pelengkap berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu  dengan Mbak Wasih, orang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang h...

Lumpia

Gambar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lumpia merupakan makanan yang berupa dadar yang berisi daging, rebung dan sebagainya, lalu digulung dan digoreng, namun ada juga yang direbus. Lumpia berasal dari kata  lun bing , dalam Bahasa Hokkian berbunyi lun pia yang berarti kue bulat. Lumpia di Tiongkok disebut dengan chun juan,  Chun  berarti musim semi dan  juan  berarti menggulung. Lalu secara harafiah dalam Bahasa Inggris menjadi  spring roll . Lumpia Semarang diberinama berdasarkan bentuk makanannya, yaitu “lun” artinya gulung dalam Bahasa Jawa dan “pia” adalah kue yang menggulung dalam Bahasa Hokkien. Jadi, lumpia atau lunpia adalah kue yang berbentuk gulung.  Lumpia merupakan sejenis kudapan atau cemilan. Namun di beberapa tempat dapat dijadikan makanan pendamping nasi, contohnya di Kedai Loempia Boom, Yogyakarta.  Selain lumpia Semarang, terdapat beberapa jenis lumpia di Indonesia. Ada 5 jenis lumpia di Indonesia, yaitu lumpia S...

Budaya Pangan 2

Kebiasaan pangan setiap individu pasti berbeda-beda. Banyak faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan pangan. Sebagai contoh, orang Indonesia suka makanan yang pedas, namun lain halnya dengan orang Amerika yang tidak menyukai rasa pedas. Contoh lainnya adalah makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, sedangkan makanan pokok orang Amerika adalah kentang, roti, dsb. Jadi apa saja sebenarnya faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan pangan seseorang: Agama Tiap agama memiliki aturan atau kaidah nya sendiri-sendiri. Beberapa agama memiliki batasan tersendiri mengenai makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi. Contohnya Islam memiliki standar pangan yaitu Halal. Halal meliputi 3 hal, yaitu halal berdasarkan zat-zatnya, halal cara mendapatkannya, dan halal cara memproses/mengolahnya. Sebagai contoh: penganut Hindu tidak mengonsumsi sapi karena sapi merupakan hewan suci, penganut Islam tidak mengonsumsi makanan yang dianggap tidak halal seperti babi, sementara itu pen...

Budaya Pangan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat beragam, mulai dari suku, bahasa dan budaya. Kekayaan Indonesia juga tidak hanya sebatas keindahan alamnya saja, namun juga dari segi kuliner yang nikmat dan beragam. Kuliner Indonesia pun semakin eksis dimata dunia, terbukti dari beberapa ulasan mengenai Rendang yang merupakan makanan terenak di dunia sehingga sudah dipatenkan untuk menjadi milik Indonesia. Bukan hanya rendang, kuliner Nusantara sangat beragam sesuai dengan ciri khas setiap asalnya.  Makanan Indonesia menjadi salah satu tradisi kuliner yang paling kaya di dunia. Salah satu yang menjadi keunggulan makanan di Indonesia adalah rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan. Bukan hanya bumbunya saja yang unik, cerita atau sejarah dibalik makanan tersebut juga menjadi ketertarikan tersendiri bagi budaya Indonesia. Salah satu makanan Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan budaya adalah lepet. Lepet memiliki istilah lain yaitu "silep kang rapet", yang be...

Patin Bakar dalam Bambu

Gambar
Patin bakar dalam bambu adalah masakan berupa ikan patin yang dibumbui lalu dimasukkan dalam sebilah bambu, kemudian dibakar di dekat api. Cara pembakarannya menyerupai pembakaran lemang yaitu di letakkan berjajar jauh dari sumber api. Keuntungan dari cara pembakaran ini adalah bambu tidak mudah terbakar dan bisa dilakukan bersamaan dengan memasak nasi atau masakan lainnya agar seluruh masakan matang secara bersamaan. Metode pemasakan ini membutuhkan waktu satu sampai dengan dua jam. Jika dimasak lebih dari waktu tersebut cenderung membuat ikan hancur atau mudah rusak. cara memasak ikan bakar patin dalam bambu: Proses pemasakan Patin Bakar dalam Bambu dapat dikatakan sederhana karena hanya melalui penghalusan bumbu pembersihan ikan, pelumatan bumbu pada tubuh ikan, selanjutnya diikuti dengan pembakaran dalam bambu. Selama proses pembakaran bambu sesekali di putar agar pematangan ikan terjadi secara merata. Saat pembakaran kemungkinan bambu akan mengeluarkan air, bila terjadi hal...

Tumpeng

Gambar
Tumpeng merupakan bagian dari slametan, atau perayaan tradisional Jawa. Slametan merupakan ritual untuk meminta keselamatan dalam berbagai aspek kehidupan, yang merupakan inti dari perayaan-perayaan tradisi Jawa. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan telah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pencipta, bahkan hingga jalan yang akan ditempuh di kemudian hari juga telah datur. Slametan sendiri merupakan bentuk ekspresi dari rasa syukur atas berkat dan rahmat yang didapatkan. Sebagai kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama, slametan juga merupakan bentuk dari adanya rasa persaudaraan. Slametan telah dilakukan pada berbagai tingkatan usia manusia, mulai dari mitoni atau kehamilan yang usia kandungannya telah menginjak 7 bulan, kelahiran, selapanan atau 35 hari setelah kelahiran, ulang tahun, pernikahan, dan kematian. Disamping itu, slametan juga sering diadakan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, seperti pada pembangunan rumah, masa awal penanaman pada pertanian maupun pa...

Ingkung Ayam

Gambar
Ingkung ayam merupakan salah satu bentuk budaya Jawa yang sudah hadir dari sebelum adanya pengaruh agama-agama di Indonesia. Ingkung ayam didasarkan pada kesadaran orang-orang zaman dahulu mengenai hubungan antar manusia, hubungan manusia dan alam, serta hubungan antara manusia dengan Tuhan. Prinsip ini merupakan prinsip hidup dalam budaya Jawa yang disebut dengan kejawen. Kejawen dapat diartikan sebagai pola atau pandangan hidup orang Jawa yang hidup berdasarkan moralitas dan religi yang tercerminkan dalam hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, serta hubungan antara manusia dengan manusia lain Ingkung ayam muncul dalam berbagai acara tradisional di Jawa karena adanya kesadaran manusia akan pentingnya hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhan. Makna dan filosofi Ingkung Ayam: Ingkung ayam akan dibersihkan terlebih dahulu bulu dan jeroannya yang melambangkan usaha manusia untuk kembali bersih dan suci. Setelah itu ayam ...

Papeda

Gambar
Nilai tradisi mendukung sagu untuk orang Papua sebagai makanan pokok mereka, papeda. Bagi masyarakat pesisir, terutama Sentani, Papeda memiliki peran sebagai petugas yang damai. Papeda adalah singkatan dari Papua Penuh Damai. Misalnya, ketika terjadi perkelahian, Anda harus berdamai satu sama lain. Saat damai ini biasanya dilakukan dengan makan bersama. Papeda disajikan dalam wadah besar sehingga semua orang yang hadir akan berkumpul dan berputar untuk menikmati papeda bersama-sama. Terdapat ungakapan yang berasal dari masyarakat Sentani yaitu wari taise nekande yang berarti bila tidak makan papeda seperti tidak adanya harapan hidup. Sedangkan ungkapan wari pi enye yang berarti berhubungan dengan kerohanian dan mendalam yaitu manusia hanya hidup melalui sagu. Masyarakat Sentani menyebutkan Tuhan sebagai pemberi hidup, dimana masyarakat memelihara sagu di dalam hidupnya maka mereka memelihara Tuhan dalam kehidupan mereka. Sebab itu, kedua makna dari makan sagu sangat rohani, bil...

Naniura

Gambar
Naniura dalam bahasa Batak berarti ikan yang diasamkan. Naniura merupakan makanan tradisional khas dari sub suku Batak Toba yang menggunakan ikan air tawar dan proses pemasakannya menggunakan asam.  Akan tetapi, tidak ada catatan tertulis pada tahun berapa naniura tercipta. Menurut Herbert Napitupulu, hal tersebut dikarenakan masyarakat Batak kurang menyukai karya tulis sehingga pewarisan budayanya hanya dilakukan secara oral kepada generasi selanjutnya. Pada mulanya, naniura dikonsumsi oleh para nelayan yang menangkap ikan di sekitar danau Toba dan pulau Samosir. Dikarenakan para nelayan tersebut mulai bekerja pada pukul tiga pagi dan tidak ingin merepotkan istri untuk memasak, maka para nelayan membawa ikan yang dimatangkan menggunakan asam jungga. Saat tengah hari, para nelayan menambahkan bumbu ke daging ikan tersebut dan dimakan sebagai lauk. Sehingga hal ini menjadi kebiasaan dan tradisi yang turun temurun. Awalnya, hanya masyarakat Batak Toba yang mengenal naniura. Bah...

Arsik

Gambar
arsik berarti mengeringkan (sesuatu) dengan memindahkan air dari satu tempat ke tempat lainnya  Metode pemasakan arsik dilakukan dengan menambahkan sedikit air pada bahan yang telah dilumuri bumbu, lalu dipanaskan pada api kecil hingga air menguap dan kuah pada masakan menjadi kental bahkan hilang. Arsik yang dikenal dengan gulai atau pepes khas Sumatera ini dapat diaplikasikan ke berbagai jenis daging  Arsik dengan bahan dasar daging babi, kerbau, kambing, atau anjing disebut dengan juhut na niarsik. Sedangkan arsik dengan bahan dasar ikan disebut dengan dengke na niarsik. Dengke na niarsik dapat berbahan dasar berbagai jenis ikan, meskipun yang paling sering digunakan saat ini adalah ikan mas. Sebagai salah satu makanan khas dari suku Batak Toba, ikan mas arsik memiliki peran yang cukup penting untuk masyarakat Batak karena masakan ini sering digunakan sebagai jamuan khusus di upacara-upacara tertentu maupun sebagai makanan sehari-hari . Bebe...